• Jam Buka Toko: 08.00 - 17.00 (jumat libur)
  • Status Order
  • Tlp: +6282169681118
  • SMS/WA: +6281364785897
  • info@pekanbarustore.com
Terpopuler:

Cara Mendidik Anak Agar Tidak Manja Supaya Lebih Mengerti Keadaan

06 January 2018 - Kategori Blog

Cara Mendidik Anak Agar Tidak Manja Supaya Lebih Mengerti Keadaan

Salah satu tips mendidik anak adalah mengajarkan si Kecil untuk mampu independent sejak kecil. Sayangnya, tujuan ini bakal sukar dicapai bila orang tua sangat memanjakan anaknya. Setiap orang tua tentu mengidamkan mengakibatkan anaknya senang. Namun, terkadang hal ini jadi jadi bumerang.

Saking seringnya mengupayakan mengakibatkan anak senang, orang tua jadi berlebihan dan tanpa mengetahui mengakibatkan si Kecil jadi sosok yang manja. Padahal, cii-ciri manja ini mampu menyebabkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan anak kelak.

Banyak orang tua tidak mengetahui wajib tersedia batasan di dalam memberikan kenyamanan pada buah hatinya. Anak yang sangat punya kebiasaan di dalam situasi nyaman cenderung jadi manja dan tidak mampu mandiri. Bukan artinya Mam wajib bersikap keras dan perhitungan kepada anak.

Namun, sebagai orang tua, Mam juga bertanggung jawab mendidik si Kecil agar mampu hadapi kesulitan, memecahkan masalah, dan kelak mengurus dirinya. Tips mendidik anak yang wajib diingat: memberikan kebahagiaan kepada anak serupa pentingnya dengan memberikan tantangan untuk ia hadapi.

Yuk, liat tips mendidik anak agar tidak tumbuh jadi sosok yang manja:


1. Konsisten dengan apa yang diucapkan

Salah satu segi yang mampu mengakibatkan anak cenderung manja adalah sebab orang tua tidak berkelanjutan dengan perkataannya. Misalnya, dikala anak berharap sesuatu, lantas Mam bilang tidak, mungkin besar ia bakal merengek dan memaksa Mam untuk memenuhi keinginannya. Kejadian seperti ini umumnya memaksa orang tua untuk sesudah itu menuruti kemauan anaknya.

Perubahan sikap dan ucapan yang Mam menunjukkan bakal diingat tetap oleh si Kecil. Ia pun berkesimpulan bahwa, jika ia merengek atau memaksa, Mam bakal memenuhi keinginannya. Jika Mam tidak membuat perubahan sikap seperti ini, si Kecil mampu bertumbuh jadi anak yang manja, tetap mengidamkan kemauannya dituruti, dan tidak mampu terima penolakan.


2. Tidak tetap membantu

Mam wajib mampu mengidentifikasi mana kesibukan anak yang wajib dibantu, dan mana yang mampu ia lakukan sendiri. Misalnya, memberikan kebebasan pada si Kecil untuk makan sendiri, pilih baju sendiri, dan membereskan mainan sendiri.

Mam mampu memberikan bantuan pada kesibukan yang sebetulnya wajib keterlibatan orang dewasa, seperti memotongkan kertas, mengambilkan makanan, mempersiapkan peralatan sekolah si Kecil, dan sebagainya.


3. Tidak boleh berbohong

Tekankan pentingnya berbicara dan bersikap jujur pada si Kecil, kita boleh saja mengeluarkan kata kata bijak. Tapi kata kata yang kita keluarkan memang apa adanya, tanpa ada unsur kebohongan.

Karena hal ini perlu, bukan hanya untuk menghindar si Kecil jadi manja, tapi juga untuk masa depannya. Ajari si Kecil agar berani bersikap terbuka tentang perasaannya atau persoalan yang ia hadapi.


4. Berikan penjelasan yang jelas

Ketika keinginan anak tidak dituruti oleh orang tuanya, ia bakal terasa menangis, marah, dan kesal. Mam mungkin bakal terenyuh dan tak tega melihat si Kecil terasa sedih seperti itu.

Namun, bukan artinya sesudah itu Mam mampu membuat perubahan sikap dan menuruti kemauan anak. Itu bukanlah langkah yang bijak. Mam wajib tetap berkelanjutan dengan ucapan dan ketentuan yang udah diutarakan.

Untuk menopang si Kecil mengatasi kesedihannya, Mam mampu menyampaikan alasan mengapa menampik menuruti kemauannya secara lembut dan jelas, hingga ia mengetahui dan tenang. Hindari berikan penolakan atau larangan kepada anak tanpa penjelasan apa pun.

Ini hanya bakal mengakibatkan anak tak puas dan makin memaksa. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk berikan pengertian kepada anak, alih-alih bersikap otoriter.


5. Memberi memadai perhatian

Perhatian yang memadai dari orang tua bakal mengakibatkan anak puas dan nyaman. Perhatian di sini maksudnya bukan sekadar memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak.

Lebih jauh lagi, perhatian yang mampu turut membentuk cii-ciri independent anak adalah kepedulian orang tua pada perasaan dan kesibukan si Kecil.

Misalnya, Mam kerap menemani si Kecil belajar. Duduk di dekatnya dan membantunya merampungkan PR mampu berdampak sangat positif, lho. Ia mampu jadi lebih stimulus studi dan bila mengalami ada problem mampu langsung bertanya pada Mam.

Selain itu, Mam mampu membangun kedekatan emosional dengan mendorong si Kecil untuk mengungkap perasaan apa pun yang ia rasakan. Dengan menunjukkan rasa empati, si Kecil bakal terasa tenang dan diperhatikan.


6. Berikan pujian kepada anak

Saat si Kecil menunjukkan perilaku yang baik atau menuruti nasihat orang tua, tak tersedia salahnya memberikan pujian. Dengan begitu, ia bakal termotivasi untuk mengulangi tindakan positif tersebut. Ia juga bakal merasakan bentuk kasih sayang dan perhatian dari pujian yang diberikan oleh orang tuanya.

Sebaliknya, bila si Kecil lakukan kesalahan, Mam wajib menegurnya dan tekankan pentingnya untuk tidak mengulangi kekeliruan itu kembali. Konsistensi ini bakal mengakibatkan si Kecil makin mengetahui membedakan tindakan mana yang boleh dan tidak boleh ia lakukan.

 


Comments

comments

, , , , , , , , , , , , , ,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *